Showing posts with label Sekitar Kita. Show all posts
Showing posts with label Sekitar Kita. Show all posts

Wednesday, March 14, 2012

Bersyukur Atas Nikmat

Alhamdulillah, puji syukur pada Allah pemberi berbagai macam nikmat. Shalawat dan salam senantiasa dipanjatkan pada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Setiap saat kita telah mendapatkan nikmat yang banyak dari Allah, namun kadang ini terus merasa kurang, merasa sedikit nikmat yang Allah beri. Allah beri kesehatan yang jika dibayar amatlah mahal. Allah beri umur panjang, yang kalau dibeli dengan seluruh harta kita pun tak akan sanggup membayarnya. Namun demikianlah diri ini hanya menggap harta saja sebagai nikmat, harta saja yang dianggap sebagai rizki. Padahal kesehatan, umur panjang, lebih dari itu adalah keimanan, semua adalah nikmat dari Allah yang luar biasa.

Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ

“Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad).

Hadits ini benar sekali. Bagaimana mungkin seseorang dapat mensyukuri rizki yang banyak, rizki yang sedikit dan tetap terus Allah beri sulit untuk disyukuri? Bagaimana mau disyukuri? Sadar akan nikmat tersebut saja mungkin tidak terbetik dalam hati.

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan bahwa nikmat itu ada 3 macam. 1, adalah nikmat yang nampak di mata hamba. 2, adalah nikmat yang diharapkan kehadirannya. 3, adalah nikmat yang tidak dirasakan.

Ibnul Qoyyim menceritakan bahwa ada seorang Arab menemui Amirul Mukminin Ar Rosyid. Orang itu berkata, “Wahai Amirul Mukminin. Semoga Allah senantiasa memberikanmu nikmat dan mengokohkanmu untuk mensyukurinya. Semoga Allah juga memberikan nikmat yang engkau harap-harap dengan engkau berprasangka baik pada-Nya dan kontinu dalam melakukan ketaatan pada-Nya. Semoga Allah juga menampakkan nikmat yang ada padamu namun tidak engkau rasakan, semoga juga engkau mensyukurinya.” Ar Rosyid terkagum-kagum dengan ucapan orang ini. Lantas beliau berkata, “Sungguh bagus pembagian nikmat menurutmu tadi.” (Al Fawa’id, Ibnul Qayyim, terbitan, Darul ‘Aqidah, hal. 165-166).

Itulah nikmat yang sering kita lupakan. Kita mungkin hanya tahu berbagai nikmat yang ada di hadapan kita, semisal rumah yang mewah, motor yang bagus, gaji yang wah, dsb. Begitu juga kita senantiasa mengharapkan nikmat lainnya semacam berharap agar tetap istiqomah dalam agama ini, bahagia di masa mendatang, hidup berkecukupan nantinya, dsb. Namun, ada pula nikmat yang mungkin tidak kita rasakan, padahal itu juga nikmat.

Bayangan kita barangkali, nikmat hanyalah uang, makanan dan harta mewah. Padahal kondisi sehat yang Allah beri dan waktu luang pun nikmat. Bahkan untuk sehat jika kita bayar butuh biaya yang teramat mahal. Namun demikianlah nikmat yang satu ini sering kita lalaikan. Dua nikmat ini seringkali dilalaikan oleh manusia –termasuk pula hamba yang faqir ini-. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari)

Rizki Tidak Hanya Identik dengan Uang dan atau perhiasan serta kemewahan lainnya (cieee.... zuhud nii yee...!!) Andai kita dan seluruh manusia bersatu padu membuat daftar nikmat Allah, niscaya kita akan mendapati kesulitan. Allah Ta’ala berfirman,

وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

“Dan Dia telah memberimu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat lalim dan banyak mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim: 34).

Bila semua yang ada pada kita, baik yang kita sadari atau tidak, adalah rizki Allah tentu semuanya harus kita syukuri. Namun bagaimana mungkin kita dapat mensyukurinya bila ternyata mengakuinya sebagai nikmat atau rejeki saja tidak?  kita pasti telah membaca dan memahami bahwa kunci utama langgengnya kenikmatan pada diri anda ialah sikap syukur nikmat. Dalam ayat suci Al Qur’an yang barangkali kita pernah mendengarnya disebutkan,
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7). Alih-alih mensyukuri nikmat, menyadarinya saja tidak. Bahkan dalam banyak kesempatan bukan hanya tidak menyadarinya, akan tetapi malah mengingkari dan mencelanya. Betapa sering kita mencela angin, panas matahari, hujan dan berbagai nikmat Allah lainnya?

Segala puji hanya milik Allah yang satu saja dari nikmat-Nya tidak dapat disyukuri kecuali dengan menggunakan nikmat baru dari-Nya. Dengan demikian nikmat baru tersebutpun harus disyukuri kembali, dan demikianlah seterusnya. Wajar bila Allah Ta’ala menjuluki manusia dengan sebutan sangat lalim dan banyak mengingkari nikmat, sebagaimana disebutkan pada ayat di atas dan juga pada ayat berikut,

وَهُوَ الَّذِي أَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ إِنَّ الْإِنسَانَ لَكَفُورٌ

“Dan Dialah Allah yang telah menghidupkanmu, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (lagi), sesungguhnya manusia itu, benar-benar sering mengingkari nikmat.” (QS. Al Hajj: 66)

Artinya di sini, rizki Allah amatlah banyak dan tidak selamanya identik dengan uang. Hujan itu pun rizki, anak pun rizki dan kesehatan pun rizki dari Allah. Sebagian kita menyangka bahwa rizki hanyalah berputar pada harta dan makanan. Setiap meminta dalam do’a mungkin saja kita berpikiran seperti itu. Perlu kita ketahui bahwa rizki yang paling besar yang Allah berikan pada hamba-Nya adalah surga (jannah). Inilah yang Allah janjikan pada hamba-hamba-Nya yang sholeh. Surga adalah nikmat dan rizki yang tidak pernah disaksikan oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah tergambarkan dalam benak pikiran. Setiap rizki yang Allah sebutkan bagi hamba-hamba-Nya, maka umumnya yang dimaksudkan adalah surga itu sendiri. Hal ini sebagaimana maksud dari firman Allah Ta’ala,

لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

“Supaya Allah memberi Balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. mereka itu adalah orang-orang yang baginya ampunan dan rezki yang mulia.” (QS. Saba’: 4)


وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي

 مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا قَدْ أَحْسَنَ اللهُ لَهُ رِزْقًا

“Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezki yang baik kepadanya.” (QS. Ath Tholaq: 11)


Bersambung Insya Allah

Wallahu A'lam
Continue Reading...

Thursday, February 23, 2012

Madinah Al Munawarah

Selama ini, kebanyakan dari kita sudah terlanjur memahami kata “madinah” sebagai sebuah nama kota di Saudi Arabia; sebuah kota bersejarah dalam peradaban Islam. Bahkan, karena kemudian kata itu digandeng dengan kata “al-munawarah” sehingga menjadi “madinah al-munawwarah” yang artinya kota yang bercahaya, maka perlahan kata “madinah” dimaknai sebagai “kota” dalam bahasa Indonesia.

Saya pernah mendengar penjelasan dari seseorang bahwa kata “madinah” punya akar kata “dien” yang selama ini diterjemahkan sebagai “agama”. kata “din” itu sendiri telah membawa makna susunan kekuasaan, struktur hukum, aturan dan atau sistem serta norma dan kecenderungan manusia untuk membentuk masyarakat yang mentaati hukum dan mencari pemerintah yang adil. Artinya “din” itu tersembunyi suatu sistem kehidupan. sehingga kemudian madinah menjadi sebuah arti kata yang bermakna lebih luas sebagai Ibukota baik negara atau provinsi , hal ini didapatkan dari penjabaran kota sebagai suatu tempat tersusunnya suatu kekuasaan yang mengatur hukum atau aturan dan sistem yang berlaku di dalam suatu negeri.

Oleh sebab itu ketika din Allah yang bernama Islam itu telah disempurnakan dan dilaksanakan di suatu tempat, maka tempat itu diberi nama Madinah. Artinya, madinah merupakan tempat dilaksanakannya din atau sistem dan atau aturan suatu negara. Seperti halnya, kata “masjid”, yang berasal dari kata sujud, diberi imbuhan “ma” menjadi bermakna “tempat sujud”. Dari akar kata “din” dan Madinah ini lalu dibentuk akar kata baru madana, yang berarti membangun, mendirikan kota, memajukan, memurnikan dan memartabatkan.

Dari akar kata “madana” itu kemudian lahir kata benda “tamaddun” yang secara literal berarti peradaban (civilization) yang berarti juga kota berlandaskan kebudayaan (city base culture) atau kebudayaan kota (culture of the city). 

Pilihan kata dengan terminologi “madinah” yang berarti tempat dilaksanakannya hukum Allah. bisa menjadi sangat jelas, bahwa madinah bukan semata tentang kota. dan, madinah juga pernah ada jauh sebelum Nabi Muhammad ada. Jika pun kemudian ada perubahan nama Yastrib menjadi Madinah, itu karena Nabi Muhammad berkaca dari sejarah kemilau tegaknya Agama Allah oleh Nabi-Nabi terdahulu.

didalam surah Yassin, yang bercerita tentang Nabi Musa, maka anda akan menjumpai satu firman Allah : “wa ja a min aqshal madinati rajulun yas’a.…” "dan datanglah lelaki dari ujung kota”. Jelas, bahwa di masa Musa, terminologi madinah sudah ada.


Lantas apa maksud dari madinah al munawwarah pada zaman rasulullah adalah kota madinah yang bercahaya ataukah madinah dengan arti tempat dilaksanakannya hukum Allah yang bercahaya.

Wallahu A'lam
Continue Reading...

Masing Masing Kami Siksa

Dan kaum 'Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu kehancuran mereka dari puing-puing tempat tinggal mereka. Dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan Allah, sedangkan mereka adalah orang-orang berpandangan tajam, dan juga Karun, Fir'aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan membawa bukti-bukti keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi mereka berlaku sombong di muka bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput dari kehancuran itu.

Maka masing-masing mereka itu Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui. 

Sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang mereka seru selain Allah. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Al 'Ankabuut
Continue Reading...

Wednesday, February 22, 2012

Segala puji bagi Allah

Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya pula segala puji di akhirat. Dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang ke luar daripadanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia-lah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun.

Dan orang-orang yang kafir berkata: "Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami."

Katakanlah: "Pasti datang, demi Tuhanku Yang Mengetahui yang ghaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada tersembunyi daripada-Nya sebesar zarrahpun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada pula yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata ",

supaya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Mereka itu adalah orang-orang yang baginya ampunan dan rezki yang mulia.

Dan orang-orang yang berusaha untuk menentang ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka itu memperoleh azab, yaitu azab yang pedih.

Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itulah yang benar dan menunjuki manusia kepada jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

Dan orang-orang kafir berkata kepada teman-temannya. "Maukah kamu kami tunjukkan kepadamu seorang laki-laki yang memberitakan kepadamu bahwa apabila badanmu telah hancur sehancur-hancurnya, sesungguhnya kamu benar-benar akan dibangkitkan kembali dalam ciptaan yang baru?

Apakah dia mengada-adakan kebohongan terhadap Allah ataukah ada padanya penyakit gila?" 

Tidak, tetapi orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat berada dalam siksaan dan kesesatan yang jauh.

Maka apakah mereka tidak melihat langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka?

Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan dari langit. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kekuasaan Tuhan bagi setiap hamba yang kembali kepada-Nya.

Saba' : 1 - 9
Continue Reading...

Sekiranya beriman dan bertakwa

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?

Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?

Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah yang tidak terduga-duga ? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.

Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah lenyap penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar pelajaran lagi ?

Negeri-negeri yang telah Kami binasakan itu, Kami ceritakan sebagian dari berita-beritanya kepadamu.

Dan sungguh telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, maka mereka juga tidak beriman kepada apa yang dahulunya mereka telah mendustakannya.

Demikianlah Allah mengunci mata hati orang-orang kafir.

Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik.

Al A'raaf : 96 - 102
Continue Reading...

Kutukan

kutukan dan ancaman

Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak pula mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.

Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut api neraka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim, dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.
Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran." 

Dan diserukan kepada mereka: "ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan." 

Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada Penghuni-penghuni neraka dengan mengatakan : "Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa yang Tuhan kamu menjanjikannya kepadamu?" 

Mereka penduduk neraka menjawab: "Betul." 

Kemudian seorang penyeru mengumumkan di antara kedua golongan itu: "Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim, yaitu orang-orang yang menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat." 

Al A'raaf : 40 - 45
Continue Reading...

Neraka Saqar

Al Muddatstsir : 27 - 30

Tahukah kamu apakah neraka Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan Neraka Saqar adalah pembakar kulit manusia. dan di atasnya ada sembilan belas malaikat penjaga.


Al Muddatstsir : 42 - 48

"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?"

Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak pula memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian."

Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa'at dari orang-orang yang memberikan syafa'at.
Continue Reading...

Monday, February 20, 2012

Ilmu Pengetahuan Islam

Dalam sejarah ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan Islam mengacu pada ilmu yang dikembangkan dalam peradaban Islam antara abad ke-8 dan 16, yang dikenal sebagai Masa Keemasan Islam. juga dikenal sebagai ilmu bahasa Arab karena sebagian besar teks-teks selama periode ini ditulis dalam bahasa Arab, lingua franca peradaban Islam. Meskipun istilah-istilah ini, tidak semua ilmuwan selama periode ini adalah Muslim atau Arab, karena ada sejumlah ilmuwan non-Arab terutama Persia, serta beberapa ilmuwan non-Muslim, yang berkontribusi untuk penelitian ilmiah di dunia Islam .

Sejumlah sarjana modern menganggap ilmu pengetahuan modern dan metode ilmiah telah sangat terinspirasi oleh para ilmuwan Muslim yang memperkenalkan pendekatan empiris, eksperimental dan kuantitatif modern untuk penyelidikan ilmiah. Beberapa ulama terkenal menyebut prestasi mereka sebagai sebuah revolusi ilmiah Muslim, meskipun ini tidak bertentangan dengan pandangan tradisional dari Revolusi Ilmiah yang masih didukung oleh kebanyakan ahli.

Hal ini diyakini bahwa itu adalah sikap empiris dari Qur'an dan Sunnah yang terinspirasi ilmuwan Muslim abad pertengahan, di Alhazen tertentu (965-1037), untuk mengembangkan metode ilmiah. Ia juga dikenal bahwa kemajuan tertentu yang dibuat oleh para astronom Muslim abad pertengahan, ahli geografi dan matematikawan dimotivasi oleh masalah yang disajikan dalam Kitab Suci Islam, seperti pengembangan Al-Khwarizmi aljabar untuk memecahkan hukum waris Islam, dan perkembangan astronomi, geometri geografi, dan bola trigonometri untuk menentukan arah kiblat, waktu dari Salah doa, dan tanggal dalam kalender Islam.

Peningkatan penggunaan dalam kedokteran Islam selama berabad-abad dipengaruhi oleh tulisan-tulisan para teolog Islam, Al-Ghazali, yang mendorong studi tentang anatomi dan penggunaan pembedahan sebagai metode memperoleh pengetahuan tentang ciptaan Tuhan. Dalam koleksi al-Bukhari dan Muslim dari hadits shahih dikatakan: "Tidak ada penyakit yang Allah telah menciptakan, kecuali bahwa Dia juga telah menciptakan pengobatannya." (HR Bukhari ). Hal ini memuncak dalam karya Ibn al-Nafis (1213-1288), yang menemukan sirkulasi paru pada 1242 dan digunakan penemuannya sebagai bukti doktrin Islam ortodoks dari kebangkitan tubuh. Ibn al-Nafis juga digunakan Kitab Suci Islam sebagai pembenaran untuk penolakannya terhadap anggur sebagai pengobatan sendiri. Kritik terhadap alkimia dan astrologi juga dimotivasi oleh agama, sebagai teolog Islam ortodoks memandang keyakinan alkemis dan astrolog sebagai takhayul.

Fakhr al-Din al-Razi (1149-1209), dalam menangani konsepsinya tentang fisika dan dunia fisik dalam bukunya Matalib, membahas Islam kosmologi, mengkritik gagasan Aristoteles tentang sentralitas bumi dalam alam semesta, dan "mengeksplorasi gagasan adanya multiverse dalam konteks komentarnya, "berdasarkan ayat Al-Qur'an," Segala pujian milik Allah, Tuhan semesta alam. " Dia mengangkat pertanyaan apakah istilah "dunia" dalam ayat ini mengacu pada "dunia dalam beberapa alam semesta yang tunggal atau kosmos, atau alam semesta lain atau multiverse luar alam semesta yang diketahui." Atas dasar ayat ini, ia berpendapat bahwa Tuhan telah menciptakan lebih dari seribu dunia di luar dunia ini sehingga setiap orang dari dunia-dunia menjadi lebih besar dan lebih besar dari dunia ini serta memiliki sejenisnya dari apa yang dunia ini.

Menurut banyak sejarawan, ilmu pengetahuan dalam peradaban Islam berkembang selama abad pertengahan, tetapi mulai menurun pada beberapa waktu sekitar 14 sampai 16 abad. Setidaknya beberapa sarjana menyalahkan ini pada munculnya beberapa ulama yang membekukan ilmu yang sama dan kemajuan layu yang pada dasarnya tidak memberikan pengaruh apapun kepada manusia melainkan kebanyakan manusia semakin tidak percaya kepada adanya Sang Pencipta. 

Tidak dapat kita tolak dan sudah terbukti adanya bahwa ilmu pengetahuan yang sejatinya telah Allah Subhanahu Wata'ala berikan mustinya memberikan kebahagian dan ketenangan serta ketentraman dan Iman , kini malah sebaliknya semakin menjerumuskan manusia pada ke-syirikan dan kekufuran akan adanya Sang Pencipta. (bersambung Insya Allah)

Wallahu A'lam
Continue Reading...

Bapak Penjual Keliling

Bapak tua yang usianya lebih dari 50 tahun ini, kira-kira usianya sekarang sepertinya menginjak 70 Tahun, yang dengan dagangan makanan anak-anak (snack)  Miris memang lihat sibapak yang dengan usianya itu cukup berat menjajakan barang dagangannya.

Bapak Fulan, anggap saja nama beliau begitu dari penampilan fisiknya memang bapak dan anak ini, bagi saya memprihatinkan, baju lusuh , celana lusuh dan kopiah hitam yang sudah berganti warna agak kekuning kuningan itu selalu menghiasi kepalanya.

Sehabis shalat subuh beliau sudah sampai di rumah , dengan tongkat kayu di bahu yang biasa dipakai untuk memanggul barang dagangan yang mau dijajakannya keliling keluar masuk perkampungan dan sekolahan , Berbeda dengan anak muda / para pedagang / salesman masa kini yang berjualan dengan menggunakan motor agar bisa menjangkau konsumen lebih banyak dan lebih jauh bapak fulan menjajakan barang dagangannya hanya dengan berjalan kaki sambil memanggul barang dagangannya.

Dari jauh saya memperhatikan sebuah pemandangan yang luar biasa. Pemandangan yang jarang sekali terjadi di zaman sekarang ini, zaman yang sudah tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk, halal dan haram kini sudah menjadi potret buram, idealisme hanya menjadi sebuah wacana dan perbincangan para politikus yang ingin berebut kursi pemerintahan. 

Disaat anak - anak muda , remaja , mahasiswa dan orang - orang pintar berjibaku dengan segala keinginan dan kemewahan serta bermegah megahan , masih ada yang seseorang yang mengajarkan kepada kita untuk menggunakan karunia Ilahi yang diberikan kepada mahkluk-Nya, dan tidak mengindahkan berhala - berhala baru buatan manusia yang kebanyakan orang menganggapnya sebagai kemajuan dan perbaikan namun pada hakekatnya itu adalah kerusakan.

Wallahu A'lam
Continue Reading...

Amar ma'ruf nahi munkar

Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” [Luqman 17]

Jika kita tidak mau melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar, maka Allah akan menyiksa kita dengan pemimpin yang zhalim dan menindas kita dan tidak mengabulkan segala doa kita :

Hendaklah kamu beramar ma’ruf (menyuruh berbuat baik) dan bernahi mungkar (melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu orang-orang yang paling jahat di antara kamu, kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kamu berdo’a dan tidak dikabulkan (do’a mereka). (HR. Abu Zar) [1]

Amar Ma'ruf Nahi Munkar dilakukan sesuai kemampuan. Yaitu dengan tangan/kekuasaan jika dia adalah penguasa / punya jabatan. Dengan lisan / tulisan jika dia adalah jurnalis atau intelektual. Atau minimal membencinya dalam hati atas kemungkaran yang ada. Ini adalah selemah-lemah iman (Hadits). Pelaku amar ma’ruf nahi munkar hendaknya menghiasi dirinya dengan sifat terpuji dan akhlak mulia. Di antara sifat pelaku amar ma’ruf nahi munkar yang terpenting adalah :

Ikhlash

Hendaklah seorang pelaku amar ma’ruf nahi munkar manjadikan tujuannya keridhaan Allah semata, tidak mengharapkan balasan dan syukur dari orang lain. Demikianlah yang dilakukan para Nabi, Allah berfirman:

وَمَآأَسْئَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِنْ أَجْرِيَ إِلاَّ عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ

Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam. (QS.Asy-Syu’araa` 26:145)

وَمآأَسْئَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِنْ أَجْرِيَ إِلاَّ عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينََ

Dan sekali-kali aku tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam. (QS. Asy-Syu’araa`26:127)

وَمَآأَسْئَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِنْ أَجْرِيَ إِلاَّ عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ

Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam. (QS. Asy-Syu’araa` 26:109)

“Apabila amar ma’ruf nahi munkar tersebut mencakup hal yang mendatangkan kemaslahatan dan menolak kemudhorotan, maka harus dilihat penentangnya. Jika yang hilang dari kemaslahatan atau mafsadat yang datang lebih besar, mak dia tidak diperintahkan. Bahkan menjadi haram, bilamana mafsadatnya lebih besar dari kemaslahatannya. Akan tetapi standar ukuran maslahat dan mafsadatnya adalah syari’at.”

Orang yang ingin amar ma’ruf nahi munkar baik dengan lisannya, atau dengan tangannya begitu saja tanpa fiqih, hilm, kesabaran, tidak memandang apa yang maslahat dan yang tidak maslahat dan tidak mengukur mana yang mampu dan yang tidak dimampui Lalu melakukan amar ma’ruf nahi munkar dengan keyakinan mentaati Allah dan RasulNya, namun hakikatnya dia telah melanggar batasan-batasan Allah Ta’ala

Jika kemaslahatan lebih besar dari mafsadatnya, maka disyari’atkan beramar ma’ruf nahi munkar. Jika amar ma’ruf nahi munkar merupakan kewajiban yang agung atau sunnah, maka mesti kemaslahatan yang ada padanya lebih besar dari mafsadatnya, karena demikianlah para rasul diutus dan kitab-kitab suci diturunkan. Sedangkan Allah Ta’ala tidak menyukai kerusakan, bahkan seluruh perintahNya adalah kebaikan. Dia memuji kebaikan dan pelakunya serta orang yang beriman dan beramal sholih. Diapun mencela kerusakan dan orang yang melakukan kerusakan dalam banyak ayat di Al Qur’an.

Jika mafsadat lebih besar dari kemaslahatannya, maka diharamkan beramar ma’ruf nahi munkar, karena menolak mafsadat lebih didahulukan dari mendapat kemaslahatan. Apabila amar ma’ruf nahi munkar tersebut mencakup hal yang mendatangkan kemaslahatan dan menolak kemudhorotan, maka harus dilihat penentangnya. Jika yang hilang dari kemaslahatan atau mafsadat yang datang lebih besar, maka dia tidak diperintahkan. Bahkan menjadi haram, bilamana mafsadatnya lebih besar dari kemaslahatannya. Akan tetapi standar ukuran maslahat dan mafsadatnya adalah syari’at. Kapan saja seseorang sanggup melaksanakan apa yang diperintahkan syari’at, maka jangan berpaling darinya. Jika tidak, maka hendaklah ia berijtihad untuk mengetahui yang serupa dan sama, dan sedikit sekali orang yang pakar terhadap nash-nash dan penunjukannya terhadap hukum tidak menemukannya.

Jika ajakan melakukan ketaatan mendatangkan kemaksiatan yang lebih besar, maka ditinggalkan ajakan tersebut untuk menolak adanya kemaksiatan itu. Seorang alim dalam bayan dan balagh , terkadang mengakhirkan bayan dan balaghnya karena sesuatu sampai pada waktu yang pas, sebagaimana Allah Ta’ala mengakhirkan turunnya Ayat dan penjelasan hukum sampai waktu Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam mampu menjelaskannya.

Jika mafsadat dan maslahat sama besarnya, tidak disyariatkan amar ma’ruf nahi munkar, karena tujuan dari pensyari’atan hukum-hukum adalah untuk menolak mafsadat dan mendapatkan maslahat bagi manusia. Jika perkara ma’ruf dan munkar sama dominant dan tak terpisah, maka amar ma’ruf nahi munkar tidak diperintahkan dan tidak dilarang. Terkadang amar ma’ruflah yang harus dilakukan dan terkadang nahi munkarlah yang harus dilakukan atau terkadang kedua-duanya tidak dilaksanakan, karena kema’rufan dan kemunkaran tidak terpisahkan.

Barang siapa yang meneliti fitnah yang besar atau kecil yang terjadi dalam Islam, akan melihat hal itu disebabkan karena melalaikan pokok kaedah ini dan tidak sabar dalam (mengingkari) kemunkaran. Menuntut hilangnya kemunkaran, akan tetapi lahir darinya kemunkaran yang lebih besar. Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu melihat di Makkah satu kemunkaran besar dan tidak dapat merubahnya, bahkan ketika Allah taklukan Makkah dan menjadi negeri Islam, beliau bertekad untuk merubah Ka’bah dan mengembalikannya sesuai dasar bangunan Nabi Ibrohim. Akan tetapi tercegah -walaupun beliau mampu- kekhawatiran munculnya sesuatu yang lebih besar dari itu, berupa tantangan Quraisy, karena mereka baru masuk Islam dan meninggalkan kekufuran. Oleh karena itu tidak diizinkan mengingkari para penguasa dengan tangan, karena akan menghasilkan kemunculan sesuatu yang lebih besar darinya.”

Hendaknya pelaku amar ma’ruf nahi munkar mengenal dan mengetahui kaidah Saddudz dzara’I menahan sesuatu yang dapat mengantar kepada kemunkaran. Sebagaimana digunakan Allah Ta’ala dalam firmanNya:

وَلاَتَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللهِ فَيَسُبُّوا اللهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلٍّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ 

إِلَى رَبِّهِم مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jaidkan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Rabb mereka kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. (QS. 6:108)

Demikian juga Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan hal itu dalam hadits :

عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ حُيَيٍّ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُعْتَكِفًا فَأَتَيْتُهُ أَزُورُهُ لَيْلًا فَحَدَّثْتُهُ ثُمَّ قُمْتُ فَانْقَلَبْتُ فَقَامَ مَعِي لِيَقْلِبَنِي فَمَرَّ رَجُلَانِ مِنَ الْأَنْصَارِ فَلَمَّا رَأَيَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْرَعَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رِسْلِكُمَا إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَيٍّ فَقَالَا سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنَ الْإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ وَإِنِّي خَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِي قُلُوبِكُمَا سُوءًا أَوْ قَالَ شَيْئًا

Dari Shofiyah binti Huyaiy, beliau berkata:”Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang beri’tikaf, lalu aku datang menziarahinya pada satu malam. Saya berbicara kepada beliau, lalu bangkit untuk pulang. Kamudian beliau bangkit untuk mengantarkanku, lalu lewatlah dua orang anshor. Ketika beliau melihat keduanya mempercepat jalan, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Perlahanlah kalian, sesungguhnya dia adalah Shofiyah binti Huyaiy.” Lalu keduanya berkata: “Subhanallah, wahai Rasululloh.” Beliau berkata: ” sesungguhnya Syeithon masuk ke dalam manusia melalui aliran darah dan aku khawatir dia memasukkan kejelekan ke dalam hati kalian berdua.”. (Riwayat al-Bukhori dan Muslim).

Karena kebanyakan pelaku amar ma’ruf nahi munkar terkadang melampaui batasan, adakalanya karena kebodohan dan kadang karena kedzoliman. Permasalahan ini harus dilakukan dengan ketelitian, baik dalam mengingkari kemunkaran terhadap orang kafir, munafik, fasik atau orang yang bermaksiat.”

Kemudian dia berkata lagi :

Hendaklah melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar mengikuti tuntunan syari’at, dari ilmu, rifq, kesabaran, niat yang ikhlas dan mengikuti jalan yang lurus. Hendaklah menjadi teladan bagi orang lain, karena pengaruh mencontoh dan meniru cukup besar dalam diri orang yang didakwahi. Oleh karena itu Allah Ta’ala jadikan Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam contoh teladan terbaik agar manusia mencontoh seluruh perbuatan dan perkataannya. Allah berfirman:

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا اللهَ وَالْيَوْمَ اْلأَخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. 33:21)

Sehingga seorang pelaku amar ma’ruf nahi munkar hendaklah merasa bahwa Islam memerintahkannya mengikuti teladan yang baik, teladan para Rasul, orang sholeh dan mulia. Hendaklah dia menjadi salah satu dari mereka tersebut, agar menjadi contoh teladan dalam perkataan dan perbuatan yang baik. Imam Al Hasan Al Bashriy berkata: “Penasehat adalah orang yang menasehati manusia dengan amalannya, bukan ucapannya. Demikianlah keadaan Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam, jika ingin memerintahkan sesuatu, beliau mulai dari dirinya dan berbuat. Jika ingin melarang sesuatu, beliau berhenti darinya. Jangan sampai menjadi contoh jelek dalam masyarakat, sehingga termasuk orang yang dicela oleh Allah dalam firmanNya:

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al-Kitab (Taurat) Maka tidakkah kamu berpikir (QS. Al-Baqarah 2:44)

dan Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya :

يُجَاءُ بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُهُ فِي النَّارِ فَيَدُورُ كَمَا يَدُورُ الْحِمَارُ
 
بِرَحَاهُ فَيَجْتَمِعُ أَهْلُ النَّارِ عَلَيْهِ فَيَقُولُونَ أَيْ فُلاَنُ مَا شَأْنُكَ أَلَيْسَ كُنْتَ تَأْمُرُنَا بِالْمَعْرُوفِ

 وَتَنْهَانَا عَنِ الْمُنْكَرِ قَالَ كُنْتُ آمُرُكُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَلاَ آتِيهِ وَأَنْهَاكُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَآتِيهِ

Didatangkan pada hari kiamat seorang, lalu dilemparkan ke neraka, sehingga usus-ususnya keluar di neraka, lalu dia berputar seperti berputarnya keledai di batu gilingannya. Ahli neraka berkumpul mengelilinginya, mereka berkata: “Wahai fulan, kenapa kamu ini? Bukankah dulu engkau beramar ma’ruf nahi munkar?” dia menjawab: “Saya dulu beramar ma’ruf dan saya tidak melaksanakannya dan mencegah kemunkaran dan saya melakukannya”. (Riwayat al-Bukhori dan Muslim ).

Dengan demikian pelaku amar ma’ruf nahi munkar harus menjadi teladan baik dalam masyarakatnya. Tentunya hal ini tidak lepas dari taufiq Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian tarbiyah yang shohih.

Wallahu A'lam
Continue Reading...

Sunday, February 12, 2012

Berlomba - Lomba Berbuat Kebajikan

الدني مزرعة الآخرة
"Dunia Adalah Ladang Akhirat"

Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam semesta, Sholawat dan Salam semoga senantiasa tercurahkan kepada penghulunya orang-orang yang zuhud dan imamnya para ahli ibadah. Amma ba’du :

Sesungguhnya dunia adalah negeri persinggahan bukan negeri untuk menetap, dunia adalah tempat yang penuh dengan duka cita bukan tempat tinggal untuk bersuka cita. Maka sepatutnya bagi seorang mukmin menjadikan dunia sebagai bagian perjalanan, mempersiapkan bekal dan hartanya untuk menuju ke perjalanan yang pasti. (ke akhirat)

Maka merupakan kebahagiaan bagi siapa yang menjadikan perjalanan ini bekal yang akan menyampaikannya ke keridhaan Allah Ta’ala, yang menghantarkannya kepada ganjaran surga-Nya dan kepada keselamatan dari neraka-Nya.

"Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu. Al Maa'idah : 48

Jalan terang tersebut bagi Ummat Muhammad صلي الله عليه وسلم adalah jalan yang dilalui (sunnah) Rasulullah صلي الله عليه وسلم, Sahabatnya dan semua yang mengikuti mereka hingga akhir zaman, inilah yang dikatakan Ahlus Sunnah yaitu orang yang mengamalkan sunah Rasulullah صلي الله عليه وسلم dan berkumpul di dalamnya dengan beribadah kepada Allah baik dalam masalah aqidah (keyakinan), perkataan, perbuatan, dan panutannya adalah Shalafusshalih dari sahabat, tabiin dan pengikut tabiin.

Untuk menjadi bagian dari Ahlus Sunnah kita wajib meniti jalan terang yang telah dilalui oleh Rasulullah صلي الله عليه وسلم dan para sahabatnya رضي الله عنهم, bukankah kita selalu berdo’a disetiap shalat ‘Tunjukilah kami-ya Allah- jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat” (QS: Al-Fatihah:6-7), inilah bahasan tentang jalan tersebut dan semoga bermanfaat bagi kita semua, 

"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa" Al Baqarah : 177

Dalam Surah Al Maidah ayat 48 diatas dapat kita ambil satu point di antara beberapa perintah Allah Subhanahu Wata'ala yakni dianjurkannya kita untuk ber- fastabiqul khairat. bersegera dalam melakukan kebaikan, dan dorongan bagi orang-orang yang ingin berbuat baik agar segera melakukannya dengan penuh kesungguhan tanpa ragu sedikitpun. sedangkan dalam surah Al Baqarah 177 terdapat beberapa penjelasan tentang pokok - pokok kebajikan. 

Melakukan kebaikan adalah hal yang tidak bisa ditunda atau ditinggalkan  melainkan harus dikerjakan. Sebab kesempatan hidup sangat terbatas. Kematian bisa saja datang secara tiba-tiba tanpa diketahui sebabnya. Karena itu selagi masih ada kehidupan, segeralah berbuat baik. Lebih dari itu bahwa kesempatan berbuat baik belum tentu setiap saat kita dapatkan. Karenanya begitu ada kesempatan untuk kebaikan, jangan ditunda-tunda lagi, tetapi segera dikerjakan. Karena itu Allah swt. dalam Al Qur’an selalu menggunakan istilah bersegeralah, seperti fastabiquu atau wa saari’uu yang maksudnya sama, bergegas dengan segera, jangan ditunda-tunda lagi untuk berbuat baik atau memohon ampunan Allah Subhanahu Wata'ala.

Untuk berbuat baik hendaknya selalu saling mendorong dan saling tolong menolong. Kita harus membangun lingkungan yang baik karena dari lingkungan juga berpengaruh bagi kita untuk berbuat kebaikan. tidak sedikit memang seorang yang tadinya baik menjadi rusak karena lingkungan. kesigapan melakukan kebaikan harus didukung dengan kesungguhan yang dalam tidak mungkin kebaikan dicapai oleh seseorang yang setengah hati dalam mengerjakannya. Rasulullah SAW bersabda untuk mendorong segera beramal sebelum datangnya fitnah, di mana ketika fitnah itu tiba, seseorang tidak akan pernah bisa berbuat baik. Sebab boleh jadi pada saat itu seseorang dipagi harinya masih beriman, tetapi pada sore harinya tiba-tiba menjadi kafir. Atau sebaliknya pada sore harinya masih beriman tetapi pada pagi harinya tiba-tiba menjadi kafir.





Melalui usaha maupun pekerjaan yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh, doa, sabar , ikhlas , ridha dan tawakal sebagai sandarannya serta selalu saling berkompetisi didalam berbuat kebaikan dsb, adalah satu kendaraan yang paling tepat dan efektif untuk meraih kebahagiaan hidup di dunia dan kehidupan negeri akhirat yang abadi.

Wallahu A'lam
Continue Reading...

Saturday, February 11, 2012

Tips Sederhana Untuk Mengatasi Depresi

Banyak orang bangun setiap hari merasa seperti hidup dalam kejenuhan , kegaduhan, kebingungan, dan permasalahan hidup yang tak kunjung selesai, seperti tidak ada lagi jalan yang pernah akan bisa untuk menempuh arah menjadi lebih baik seperti yang diharapkan. berikut tips sederhana yang mungkin dapat membantu anda berhenti merasa tidak bahagia dan membantu melihat hal-hal dengan cara yang positif dan menaklukkan depresi. Jika Anda berpikir Anda mungkin memiliki masalah kesehatan mental yang serius , jangan ragu juga untuk berkonsultasi ke ahlinya baik medis maupun spiritual.

1. Pelajari Apa Siklus Emosional yang anda miliki

Jika Anda memahami pola emosi positif dan negatif, dapat membantu untuk menempatkan perasaan Anda dalam berbagai perspektif. Sepanjang hidup, anda akan merasa tenang , tentram dan bahagia dalam beberapa hari, tapi kemudian mengalami hari-hari yang mengerikan dikesempatan lain. Hidup itu seperti naik roller coaster emosional. Pelajari bahwa semua emosi yang anda alami pada akhirnya sama seperti yang positif perasaan negatif akan berlalu dan meninggalkan anda di antara keduanya. Jika perasaan anda benar-benar turun dan depresi, ingatlah bahwa hal itu hanya sementara dan setiap orang akan mengalaminya karena memang dibuat demikian adanya dan itulah ujian dalam kehidupan dunia. (al ayat)

2. Kelilingi Diri Anda Dengan Orang-orang Positif

Tidak ada yang membuat anda merasa negatif lebih dari sekitar diri anda dengan orang negatif lainnya. Kita semua telah mendengar ungkapan 'kemiripan menarik kemiripan. Semua perasaan yang menular. Jika orang yang anda menghabiskan waktu bersama adalah negatif minded, selalu mengeluh tentang betapa buruknya kehidupan namun tidak pernah melakukan apa-apa. Maka lebih besar kemungkinannya akan menular pada Anda. Luangkan waktu dengan beberapa orang yang berpikir positif dan melihat efeknya terhadap kerangka pikiran anda.

3. Kenali kegiatan Rutin Anda

Berpartisipasi dalam rutinitas yang sama setiap hari bisa sangat membosankan dan menyedihkan. Coba sesuatu yang baru untuk membut beberapa hal yang menggembirakan dalam hidup anda. Campur rutinitas Anda sedikit. Jangan terjebak dalam lubang yang sama setiap hari sembari mengambil bentuk baru dari latihan atau pergi mencari / melakukan kegiatan / hobi baru. Buka pikiran anda untuk pengalaman baru dan melihat efek positif yang kemudian akan mempengaruhi pikiran anda.

4. Jelajahi Keajaiban Dari Alam

Bertamasya / jalan - jalan melihat keindahan alam akan sedikit menghilangkan kejenuhan daripada duduk merenung dan menjadi depresi. melihat pekarangan , rerumputan dan kegiatan hewan kecil disekitar kita akan memberikan pengetahuan dan pengalaman baru serta mencerahkan pikiran stress dan atau depresi. Kita sebagai manusia dizaman ini telah banyak terjebak dengan begitu banyak kepentingan dan hal hal kecil yang tidak signifikan serta bermanfaat hanya sebatas kehidupan sementara saja. cobalah elajar untuk hidup di saat ini dengan mengamati keajaiban alam karena mereka akan  membantu setidaknya untuk melupakan masalah anda sementara.

Cobalah gabungan 4 tips sederhana dalam kehidupan sehari-hari Anda dan melihat efek itu pada perasaan Anda. Belajar untuk hidup di saat ini dan selamanya untuk  menjadi bahagia dengan tidak ada kekhawatiran dan tidak pula bersedih hati.
Continue Reading...

Pesan Pesan Al quran

Dengan kerendahan hati mari kita simak pesan-pesan Al-qur'an tentang tujuan hidup Nasehat ini untuk semuanya .......... khususnya diri saya pribadi , serta pengingat untuk mereka yang sudah memiliki arah maupun Untuk mereka yang belum memiliki arah. dan untuk mereka yang tidak memiliki arah.
nasehat ini untuk semuanya.. Semua yang menginginkan kebaikan.

Nikah itu ibadah.......
Nikah itu suci........... ingat itu......
Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena
kecantikan, bisa karena keturunan dan bisa karena agama.
Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan sebagai alasan.....
karena semua itu akan menyebabkan celaka.
Jadikan agama sebagai alasan..... Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.

Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta....
Namun...... jika cinta engkau jadikan sbg landasan,
maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.
Jadikanlah " ALLAH " sebagai landasan......
Niscaya engkau akan selamat, Tidak saja dunia, tapi juga akherat.......
Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan......
Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai.

Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam "istanamu".....
disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan.......
Jika ini kau lakukan "istanamu" tidak akan langgeng..

Lihatlah manusia ter-agung Muhammad saw....
tidak marah ketika harus tidur di depan pintu, beralaskan
sorban, karena sang istri tercinta tdk mendengar kedatangannya.

Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan
tersaji dihadapannya ketika lapar........
Menjahit bajunya yang robek........

Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam "istanamu".....
Disayang, dimanja dan dilayani suami......
Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu....
Jika itu engkau lakukan, "istanamu" akan menjadi neraka bagimu

Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu.........
Jangan engkau terlalu menuruti istrimu......
Jika itu engkau lakukan akan celaka....
Engkau tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih,
tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah.....
Lihatlah bagaimana Allah menegur " Nabi "-mu
tatakala mengharamkan apa yang Allah halalkan hanya karena
menuruti kemauan sang istri.

Tegaslah terhadap istrimu.....
Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah.......
Jangan biarkan dia dengan kehendaknya......
Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth.....
Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi penentang.....
Istrimu bisa menjadi musuhmu....

Didiklah istrimu...
Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama yang loyal terhadap tugas suami, Ibrahim.
Jadikan dia sebagai Maryam, wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya......
Jadikan dia sebagaiKhadijah, wanita utama yang bisa mendampingi sang
suami Muhammad saw menerima tugas risalah.....

Istrimu adalah tanggung jawabmu....
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah.....
Biarkan mereka menjadi wanita shalilah...
Biarkan mereka menjadi hajar atau Maryam....
Jangan kau belenggu mereka dengan egomu...

Jika engkau menjadi istri...
Jangan engkau paksa suamimu menurutimu...
Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah......
Siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia terhadap tugas suami.....
Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa menjaga kehormatannya....
Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa yang bisa mendampingi suami menjalankan misi.

Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu....
Jangan kau usik suamimu dengan tangismu....
Jika itu kau lakukan..... Kecintaannya terhadapmu akan
memaksanya menjadi pendurhaka...... jangan..........

Jika engkau menjadi Bapak......
Jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim
Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim
Jadilah bapak yang kasih seperti Muhammad saw
Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah..........
Ajaklah mereka taat kepada Allah.......
Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti.......
Jadikan dia sebagai Ismail yang taat.......
Jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan'an yang durhaka.

Mohonlah kepada Allah..........
Mintalah kepada Allah, agar mereka menjadi anak yang shalih.....
Anak yang bisa membawa kebahagiaan.

Jika engkau menjadi ibu....
Jadilah engaku ibu yang bijak, ibu yang teduh....
Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu....
Jadikanlah mereka mujahid.........
Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah.....
Jangan biarkan mereka bermanja-manja.....

Amin....
Continue Reading...

Friday, February 10, 2012

Mencapai Tujuan Hidup

Hidup bukan cari kepuasan tapi cari ketenangan

Semua orang di dunia ini pasti mempunyai mimpi dan cita-cita dalam hidupnya. Tak peduli apa pun yang dikerjakan oleh seseorang, impian dan cita-cita adalah tujuan utama. Bisa jadi itu soal mengurangi berat badan atau dalam karier. Dan langkah pertama meraih sukses adalah menetapkan tujuan yang jelas. Banyak orang mengerjakan sesuatu tapi tak mendapat keberhasilan hanya karena tujuan yang kurang jelas. Banyak orang tak merancang tujuan karena mereka bahkan tak punya gagasan dari mana harus memulainya.

Jika Anda ingin merancang tujuan, anda mesti meluangkan waktu untuk membangun impian. Jika anda tak punya impian, akan sulit untuk menentukan tujuan dalam hidup anda. Sayangnya, kebanyakan orang jadi kehilangan kemampuan untuk bermimpi tentang apa yang paling diinginkan dan membangun motivasi untuk pencapaian. Jadi, untuk memulainya, luangkan waktu untuk bermimpi tentang apa yang paling anda inginkan seperti apa, atau bahkan tentang apa yang ingin anda miliki. Begitu anda menemukan impian selanjutnya jalakan.

Setelah anda menjalankan setiap langkah dalam menempuh impian anda, baca sekali lagi apa yang telah anda lakukan. Saat membacanya kembali, berhentilah pada tiap-tiap lagkah dan tanyakan ‘kenapa Anda melakukan hal itu dan apa artinya serta bagaimana hasil akhirnya ?’. Jika Anda tak dapat menjawabnya dalam beberapa kalimat, kemungkinan itu bukan hal yang benar-benar anda impikan, dan akhirnya harus anda coret dari daftar tujuan dari setiap langkah anda dalam meraih impian dan cita cita.

Benarkan Ini Tujuan Anda?

Banyak orang yang sebenarnya punya impian yang dibentuk oleh orang lain. Jadi penting untuk menemukan apa benar apa yang ingin anda capai adalah tujuan anda atau tujuan orang lain. Saat merancang tujuan, jika ternyata impian dan tujuan itu bukan yang anda inginkan, coret saja dari daftar tujuan dan langkah hidup anda.
Temukan Bagaimana Tujuan Ini Akan Mempengaruhi Kehidupan Anda

Setelah anda membuat daftar yang benar tentang impian anda, lihat kembali apa yang tertinggal. Masukkan impian yang tertinggal ini ke dalam daftar dan pikirkan bagaimana ini akan membawa pengaruh dalam hidup anda. Apakah mencapai tujuan ini akan membuat anda lebih bahagia daripada sekarang ? Akankah memperbaiki rasa aman dan hubungan anda dengan orang lain? Apa akan berpengaruh pada keuangan anda secara positif? Jika ternyata impian ini tak membawa pengaruh positif dalam kehidupan anda, mungkin seharusnya dikesampingkan. Jika anda menemukan pencapaian anda akan membawa pengaruh positif dalam kehidupan anda, sebaiknya memiliki motivasi untuk mengejar dan mencapai semua tujuan ini.

Persempit lagi daftar untuk menemukan tujuan sejati, bukan hanya keinginan atau angan-angan anda. Pada titik ini anda perlu mengkategorikan tujuan ke dalam berbagai golongan, tergantung dari seberapa lama waktu yang anda butuhkan untuk mencapainya. anda akan memiliki tujuan jangka panjang yang membutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk mencapainya, tujuan jangka pendek yang butuh waktu sebulan atau lebih untuk meraihnya, dan tujuan yang bisa tercapai sewaktu-waktu dari jangka waktu sebulan hingga setahun. Tapi ingat, anda harus punya tujuan besar, dan pastikan memiliki tujuan dalam setiap kategori sehingga bisa secara terus-menerus berupaya meraih tujuan itu dalam kehidupan Anda.

Setelah Anda membangun tujuan, kini anda perlu membuat rencana bagaimana akan mencapainya. anda harus selalu berusaha mewujudkan tujuan anda, bahkan jika itu hanya butuh sebuah langkah kecil untuk mencapainya. Pastikan tidak berlebihan dalam mengupayakan mewujudkannya. Sesekali dibutuhkan manajemen dan motivasi sebagai bagian rencana anda dan untuk melengkapi tugas ini, tapi itu pasti akan jadi usaha yang berharga. Buat grafik pencapaian untuk membantu anda mencapai tujuan, dan saat anda sudah mencapainya beri tanda dalam grafik tersebut.

Kelihatannya begitu mudah untuk melaksanakan semua tips di atas, tapi yang terpenting dari segalanya hanya tindakan yang akan membawa hasil buat kita.

Selamat Mencoba!
Continue Reading...
 

Blogroll

Site Info

?>

Text

Dunia Islam Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template